LIVE Senin, 7 September 2026 • 12:17 WIB • Gresik, Jawa Timur
📘 Portal Resmi PGRI
BREAKING
🔴 LIVE: PGRI Gresik Gelar Konferensi Kerja • Berita Pendidikan Jatim Hari Ini • Opini Guru Inspiratif • Sisi Lain Pendidikan: Inovasi Pembelajaran di Gresik
Opini • 1 bulan lalu • 3 menit

PERAN ORANG TUA, MASYARAKAT DAN SEKOLAH UNTUK BANGGA BERBAHASA INDONESIA

UNESCO telah menetapkan sepuluh bahasa resmi yang digunakan dalam sidang umum tahun ini, termasuk bahasa Indonesia didalamnya. Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan apresiasi atas dukungan dari UNESCO dan semua negara anggota yang telah mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa kerja ke-10. Hal ini patut disyukuri.
Dalam pandangan penulis, keberadaan Bahasa Indonesia sejauh ini telah lama berfungsi sebagai jembatan kesatuan di seluruh kepulauan nusantara, yang terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau. Kawasan ini juga menjadi rumah bagi 700 bahasa lokal dan 1.300 kelompok etnis. Pada kesempatan itu, bahasa Indonesia kembali mengukuhkan eksistensinya didunia internasional sebagai jembatan pengetahuan antara negara.
Kita semua patut berbangga. Namun ada PR berat yang sekarang kita pikul. Tidak bisa hanya sekadar bereforia tanpa dibarengi dengan berbagai tindakan riil yang merefleksikan dan menguatkan rasa bangga kita. Terdapat 3 pilar utama hyang menjadi kunci suksesnya kita menerapkan sekaligus mempertebal rasa bangga memiliki dan menggunakan Bahsa Indonesia. Ketiga pilar itu adalah orang tua, masyarakat dan sekolah.
PERAN ORANGTUA DALAM PENANAMAN SIKAP
Sebagai warga negara yang baik, orang tua perlu menanamkan rasa cinta terhadap bangsa, negara, budaya dan bahasa Indonesia tanpa mengurangi kecintaannya terhadap budaya dan bahasa daerah masing-masing. Penanaman sikap orang tua terhadap anak sangat penting dalam rangka membantu anak untuk lebih mengenal budaya dan bahasanya sendiri agar terbentuk sikap dan kepribadian yang hakiki sebagai anak bangsa.
Dengan memiliki rasa bangga terhadap budaya dan bahasa sendiri pada generasi muda dapat digunakan sebagai modal pembangunan di segala bidang. Betapa tidak, bahasa memiliki multifungsi pada diri seseorang untuk mengembangkan sumber daya yang dimilikinya. PERAN PEMERINTAH DAN MASYARAKATPEMERINTAH DAN MASYARAKAT
Indonesia sebagai negara besar mempunyai kedudukan penting di ASEAN, Indonesia memiliki peluang untuk memperluas penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional, terlebih bahasa Indonesia memiliki penutur asli terbesar kelima di dunia, yaitu sebanyak 4.463.950 orang yang tersebar di luar negeri (kompas, 2023). Jumlah penduduk yang besar ini pula dapat menjadi daya tarik bagi pengusaha asing untuk mengembangan usahanya di Indonesia, sehingga semakin terbuka pula kesempatan Indonesia untuk mengembangkan bahasa Indonesia.
Seperti diketahui bersama, saat ini penggunaan bahasa Indonesia yang baik, benar, dan santun sulit ditemui. Selain banyaknya bahasa daerah di Indonesia, faktor ketidakbanggaan terhadap bahasa Indonesia menjadi salah satunya. Disamping itu, rasa bangga terhadap bahasa asing (Inggris) masih cukup kuat di masyarakat. Mereka lebih bangga bisa berbahasa asing daripada berbahasa Indonesia. Oleh karena bangga terhadap bahasa asing, masyarakat kita dalam membeli produk-produk keseharian lebih memilih yang diberi label bahasa asing. Misalnya alat-alat rumah tangga, pakaian, maupun makanan. Demikian halnya dalam berbahasa. Geografis Indonesia yang luas dan berada di tengahtengah garis khatulistiwa juga menjadikan Indonesia