PUNCAK PERINGATAN HGN KE-80 DAN HAI 2025 BERLANGSUNG MERIAH DI GRAND CITY SURABAYA
Puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 yang dirangkaikan dengan Hari Anak Internasional (HAI) tahun 2025 digelar meriah di Grand City Surabaya, 1/12/ 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan peran strategis guru sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Acara dihadiri oleh ribuan guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta perwakilan organisasi profesi pendidikan dari berbagai daerah. Hadir pula jajaran pemerintah daerah, pemangku kepentingan pendidikan, serta tokoh masyarakat yang memberikan dukungan terhadap penguatan ekosistem pendidikan yang ramah anak dan berkarakter.
Puncak HGN ke-80 dan HAI 2025 mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”. Berbagai rangkaian kegiatan ditampilkan, antara lain pemberian penghargaan kepada guru berprestasi, penampilan seni dan budaya dari satuan pendidikan, serta refleksi pendidikan yang menyoroti tantangan dan transformasi dunia pendidikan di era digital.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir dengan energi yang menghangatkan suasana. Beliau memberikan penghargaan kepada 13 guru dan Tenaga Pendidik (GTK) Transformatif, Dedikatif, dan Pelopor Komunitas Belajar tingkat Nasional 2025. “Para guru yang mulia, mudah-mudahan panjenengan semua dibahagiakan oleh Allah. Bahagia dunia, bahagia akhirat,” ujar Khofifah.
Ada peristiwa yang menyita perhatian, empat guru terpilih dan diumumkan sebagai penerima Grand Prize Umroh, membuat suasana ruangan pecah oleh sorak haru dan kebahagiaan.
Selain itu, Khofifah memberikan hadiah pembinaan sebesar 5 juta rupiah kepada 6 guru inspiratif dari berbagai jenjang, Program bedah rumah senilai 20–25 juta rupiah untuk 20 guru dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Sementara itu, peringatan HAI 2025 menjadi ruang ekspresi dan partisipasi anak. Anak-anak tampil membawakan kreasi seni, menyuarakan
aspirasi, serta mengikuti kegiatan edukatif yang menanamkan nilai-nilai kebhinekaan, toleransi, dan kepedulian sosial. Momentum ini menegaskan pentingnya lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan.
Dalam sambutannya, kepala dinas pendidikan provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai,S.STP, MM menegaskan bahwa kehadiran ibu gubernur Jatim memberikan energi besar bagi para guru. “Kehadiran beliau menginspirasi kami semua. Bahkan setelah dari Sumatera Utara membantu warga terdampak bencana, beliau masih menyempatkan hadir untuk para guru di Jawa Timur,” ujarnya.
Beliau menyampaikan rasa bangga kepada seluruh guru karena setiap tahun berhasil mencetak para murid berprestasi. “Jawa Timur selalu menjadi juara umum di berbagai bidang berkat dukungan guru dan ibu gubernur,” imbuhnya.

